Aku menutup pintu kaca ruang makan dan melewati kamar mandi Tina. Kepalanya menggeleng ke kiri dan kanan seiring kecupan dan ciumanku di belakang leher dan daun-daun telinganya. Film Porno Itupun sudah cukup membuat matanya makin meredup. ”Pppaaakkk..sssaaayyyaa mmaaauu..ooohhh..”. Yaa..gitu..oohh..hhmm”. oohh…hhmmppffftt..”, erang Tina berulang. Bagaimana tidak, jarak kami hanya 2-3 langkah, tidak ada orang lain lagi di rumah.”Plak..plak”, kecoak pun mati dengan sukses. “Ya nggaklah..jadi imbang kan“. Aku ke ruang makan lagi dan mengambil gelas lalu menuju dispenser.Baru setelah melewati kamar mandi pembantu ada yang special di sana.




















