Ia tidak bereaksi, tapi aku langsung saja menyingsingkan CD-nya ke bawah. Sedangkan aku belum apa-apa. Bokep Asia Tangan kirinya ditekuk seperti akan memegang pinggangku, tapi telapaknya hanya dikepal seolah ragu atau malu. Kupegang burungku sambil duduk mengangkang di atas kedua pahanya, kemudian kuelus-eluskan burung itu ke ujung lembah yang sebagian masih tertutup CD. “Ah Mbak ini ada-ada aja”, kata Rini malu-malu.Sebagai laki-laki, aku sangat paham dari bahasa tubuhnya bahwa dia tidak menolak. Setelah agak kaku sebentar kemudian suasana mencair kembali. Kukulum bibir mungilnya, kuciumi pipinya, kugigit-gigit kecil telinganya, kemudian kuciumi lehernya punuh sabar dan telaten.




















