Hangatnya, biar begitu, tetap terasa. Bokep Indo Tapi eh.., seorang penumpang pakai kaos oblong, mati aku. Aku perhatikan ia sejak bangkit hingga turun. Tetapi, aku harus berani. Semua orang bebas masuk asal punya uang. Aku pun segan memulai cerita. Aku memegang teteknya. Keras sekali.“Jangan cuma ditunjuk dong, dipegang boleh.”Ia berdiri. Aku kegelian menikmati tangannya yang menari di atas kulit punggung. Apakah suaraku mengganggu ketenangan mereka? Sudah tiga tahun, benda ini tak kurasakan Sayang. Tunggu apa lagi. Dingin. Aku masih ingat sepatunya tadi di angkot. Untung ada tissue yang tercecer, sehingga ada alasan buat Wien.Ia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabar gembira dari wanita yang menunggu telepon. Aku tersetrum. Padahal, wajah wanita setengah baya yang di lehernya




















