Dan keesokan harinya, setelah mengambil semua uangku yang ada di bank, aku langsung ke stasiun kereta. Juga orang-orang yang yang selalu sibuk dengan urusannya masing-masing. Bokep China Dadaku jadi berdebar kencang dan menggemuruh. Perlahan namun pasti aku mulai menekan pinggulku ke bawah. Dan aku juga menempati kamar lain yang jauh lebih besar dan lebih bagus. Dan tidak sepeserpun uang yang diberikannya itu aku gunakan. Wanita yang kuperkirakan berusia sekitar tiga puluh delapan tahun itu memandangiku dengan kening berkerut. Dadaku berdebar menggemuruh tidak menentu. Seharian ini aku kembali mencoba untuk mencari pekerjaan. Dan mereka rata-rata melarikan diri, karena tidak tahan dengan perlakuan Nyonya Wulandari.Aku memang sudah tidak bisa lagi menikmati indahnya permainan di atas ranjang itu.




















