Aku mendesah panjang. Bokep Arab Tapi Tomo menahanku dengan kuat.Tomo menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Celana dalamku juga akan dilepasnya.“Erriik!! Hari itu, aku mulai merasa bosan di rumah dan Tomo belum pulang dari kantor. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Kamu tidak harus memanggil aku ‘ayah’ atau sebutan lainnya, panggil saja aku Tomo.”Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,”Nah.., ini adalah temanku, namanya Tomi.”Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat.Aku sama sekali tidak percaya bahwa ternyata Tomo tinggal sendirian di rumah megah seperti ini dan masih berusia 24 tahun saat itu.




















