Aku mengusap rambutnya yanglebat, perlahan kukecup keningnya, dan terus matanya. Bokep Ojol Aku menganggapnya sebagai pacar, perhatian dan kasih sayang aku berikan padanya sebagaimana layaknya orang pacaran. Gerakanku semakin cepat dan tidak beraturann. Dia sudah mau kuajak menonton, bahkan dia mengakui bahwa dia membutuhkan diriku dan tidak mau berpisah dariku.Di dalam gedung bioskop yang remang-remang, dia menangis di dadaku. Terus. Santi mengerang hebat, dan dia membalas dengan mengusap pula puting dadaku. Kulihat kali ini mimik wajahnya serius. Santi hanya menggeleng dan semakin erat memelukku. Sampai akhirnya, “Kakak, tidak ingin bermesraan dengan Santi..?” katanya sambil memelukku. Segera lidahku mulai menelusuri lehernya yang jenjang, buah dadanya yang sangat montok kucium dengan lembut. Aku diamkan sejenak senjataku di dalam




















