“
Kami makan bersama sambil bicara hal hal biasa seperti politik dan sebangsanya. Aku masih menunggu, dan berharap akan benar-benar mendapat “pertunjukan istimewa” dari Andi Soraya.Lalu tiba-tiba lampu ruangan mati. Bokeb Andi Soraya menjilati telingaku. Sampai beberapa menit aku masih bertahan pada posisi berdiri. Tetapi aku tidak beranjak dari kursi di depan TV yang sudah menyelesaikan tayangan siaran berita, berganti siaran musik. Lalu Andi Soraya menggunakan tangan yang tertumpang di belakang lehernya untuk melepaskan kait daster yang lain. Han”Payudaranya kukulum habis sampai semuanya masuk ke mulutku. Penisku sudah mengeras siap untuk berperang.Andi Soraya melepaskan diri dari pelukanku dan kini ia menjilati dan menciumi tubuhku. tukasku dalam hati,!Sekitar tiga langkah di depanku yang tertegun, Andi Soraya berhenti.




















