Tak lama kemudian, sambil tersenyum menggoda, Bu Tiara menarik telapak kakinya dari pundakku. Bokep Ojol Pahanya menjepit leherku sehingga aku tak bisa bergerak. Apakah dugaanku salah?” Aku terdiam sejenak sambil tersenyum untuk menyembunyikan jantungku yg tiba-tiba berdebar.“Thomas, salahkah dugaanku?”“Hmm.., ya, benar Mbak,” jawabku mengaku, jujur. Akibat kecupanku, Bu Tiara menurunkan paha kanan dari paha kirinya.Serta tak sengaja, kembali mataku terpesona melihat bagian dalem kanannya. Ada segaris kebasahan terselip membayg di bagian tengah segitiga itu. Matanya berbinar-binar. Wajahku sangat dekat dgn lututnya. Aku menghunjamkan hidungku lebih dalem lagi. Aku sudah tak bisa berpikir waras. Bu Tiara menghempaskan kepalanya ke sandaran kursi. Lendir yg hanya segumpal kecil, hangat, kecut, yg mengalir membasahi kerongkonganku.




















