Beberapa menit kemudian ia muncul dengan membawa sebuah kotak berukuran sedang.“Aku mau tanya ini, Win.. Kebetulan jalan menuju pintu kamar, dibatasi oleh korden. Bokep Japan Kalo denganku, aku sengaja tidak mau akrab. ada sesuatu yang hendak aku bicarakan..”Tanpa bertanya lebih lanjut, aku mengikutinya masuk ke dalam rumah (tentunya setelah pagar itu aku tutup dan kunci). Saat kubuka bungkusnya, aku kaget bukan kepalang. Entah kenapa. Kebetulan ia hendak pergi ke arah yang berlawanan. Dan terima kasih udah terjemahin petunjuk alat itu..” jawabnya masih dengan nada ketus.Aku pun bangkit dari dudukku. Cuma aku belum mendapatkan kesempatan untuk itu. ah.. ah.. Aku bersiap menusuknya dari belakang. Termasuk hubungan dengan tetangga sekitarnya.




















