“Puas mas ?, saya puas sekali”. Vidio Sex “Sudahlah pak, dicoba daripada nanti kita diklaim nanti saya yg repot” dia menyahut
“Cobalah Pak, tdk usah sungkan, biar saya pamit pulang dulu” Pak Sebastian matanya nampak serius, tapi nampak diujung bibirnya senyum kecil, pengertian sekaligus menantang saya untuk “memeriksa” Rini. “Sebentar yaa”..mendadak saya bangkit, saya segera matikan USG dan lampu ruang elektronik yg terang benderang itu dengan segera. Tinggal kami bertiga di ruang elektrik perusahaan, semua karyawan tentu sudah pulang dan terlelap dirumah masing-masing.Kami bertiga takjub memandangi alat yg sudah hidup tersebut, nampaknya tdk ada trouble sedikitpun, “Ayo kita coba, kita hanya punya waktu 7 jam sebelum menyerahkan barang ini” suara saya memecah keheningan“Saya, Pak !” Pak Sebastian




















