Kini tangannya sudah mengelus-elus bulu vaginaku. Dodi hanya tersenyum dan mengecup bibirku dengan lembut dan penuh kasih sayang.***Setelah kejadian itu, aku melihat Dodi semakin bersemangat hidupnya. Bokep Family Sakit!” bisik Dodi.Aku menyadarinya. Dia mendatangiku dan menyeruput kopi panas yang tersedia di meja kecil dekat kursi malasku. Temanku tak menanyakan dengan siapa aku melakukannya, hingga aku hamil. Hanya nafas kami yang mendesah-desah dan tangan kami saling mengelus-elus.“Sayang, aku mencintaimu!” bisik Dodi ke telingaku.“Mama juga mencintaimu, Nak…”“Aku kepingin lagi, Ma!”“Tak puas-puasnya kah, sayang?”“Aku kepingin, Ma…”Aku bangkit. Kubuka celana pendeknya. Dodi bukan malah diam, melainkan semakin memutar-mutar lidahnya pada duburku.




















