Saat itu jam dinding kamar baru menunjukan pukul enam lebih sedikit. Tubuhnya yang putih montok hanya ditutupi oleh selembar kain katun berwarna biru langit yang tipis.Aku segera masuk ke kamar mandi yang masih terletak di dalam ruangan. Bokep Korea Pikiranku menjadi kacau. Kepalaku terasa sedikit pening. “Sorry ya, Roy..!” katanya merajuk. Aku segera bangkit mengangkat telepon yang terletak di atas sebuah meja rias di sudut ruangan. Ia lalu duduk di dekatku dan menyapaku. Saat itu jam dinding kamar baru menunjukan pukul enam lebih sedikit. Kulihat sebelahku telah kosong. Aku menyalakan sebuah kipas angin dari sebuah remote. Sekilas kudengar nafasnya hampir-hampir mendengkur, begitu teratur dan berirama. Aku pun lalu membalikkan badanku, membelakangi tubuhnya dan terbang ke alam




















