Aku segera berbaring ke tempat tidur yang telah rapi. Dia tengah tertidur pulas. Bokep Colmek Sungguh menjadi inspirasi untuk datangnya mimpi burukku.Saat makan siang di kantor aku mengutarakan tentang kehidupan rumah tangga ku yang membosankan kepada Rudi dan Rio temen akrabku. Dia memang tergolong wanita yang rajin, seolah-olah tidak ada capeknya. Tidak seperti Yuni yang lusuh dan bau minyak. Meski di usiaku yang menginjak 38 tahun, namun ketampananku belum pudar, ditambah lagi posisiku di kantor yang cukup mapan, aku yakin tidak terlalu sulit buatku mendapatkan seorang wanita.“Aku tidak mau terjebak dengan komitmen kepada seorang wanita sob, ada usulan lain nggak?”“Kalau tidak mau susah-susah pelihara kambing, langsung beli satenya aja, ngerti kan maksudku di” kata Rudi dengan




















