Dan akhirnya dia ambruk ke badanku. Bokep Asia Lagi mau nyari proyek ya?” jawabnya dengan ketus. Aku menurut saja, karena aku tahu Nana adalah orang yang keras dan berprinsip dan aku menghormati keputusan dia. ”Ngomong aja sekarang..” katanya lagi. Dikantor pun jika aku ke kantornya untuk meeting kami bertemu tapi biasa saja (tapi dia sudah tidak judes lagi padaku), walaupun dari sorot matanya aku dapat menangkap signal-signal sayang, sehingga aku lebih banyak diberikan kemudahan2 di kantornya Aku melepaskan diri dari ciumannya dan menuntunnya untuk naik ke tempat tidur. “Apaa nih…? Dan ada hasil yang cukup menggembirakan yaitu dia suka main bilyard cafe, sebut saja namanya Nine Ball Cafe. Cuma kangen aja dah lama ga ngobrol..” jawabku.




















