Mbah mengusap-usap wajahku, lalu dadaku. Bokeb Perhatianku hanya tertuju pada kenikmatan yang sekarang sedang menjalar ke seluruh tubuhku.Aku terus menggenjot makku sampai dia berteriak-teriak seperti orang kesakitan. Agak melenceng sedikit. Ketika kuncian kakinya agak longgar aku memaksa menggenjot lagi sampai menjelang aku puncak makku kembali melilitkan kakinya dan aku dengan paksa masih menggenjot meski gerakkannya pendek. Aku berasa gesekan jembut lebatnya menggerus perutku. Aku paling tidak senang jika tidur bersinggungan dengan orang lain. Jika diberi peluang aku akan memilih kembali tidur di luar di amben.Tangan kanan mbah yang tadi mengusap dadaku mulai merambat ke bawah ke arah sarungku. Tetapi kehidupan kami sangat bahagia.




















