“Ada apa kog mesti buru-buru pulang?” kataku menggerutu, sambil berusaha untuk mengeraskan pijakan kaki, pertanda aku enggan berlalu. Bokep Family Uhh,” ia mendesah. Tapi.. Hanya saja, ada keganjilan yang kurasakan. Hanya saja yang mengundang decak kagumku adalah, di sini kutemui bulu-bulu seperti rambut yang sebagian besar berwarna putih seperti uban, tetapi cuma satu sisi yang tersisa. Aku perhatikan dengan seksama raut muka nenek yang keriput di makan usia. Posisinya yang telentang, tampak mengangkang, dengan posisi lutut tertekuk ke atas, tetapi masih mengenakan jarik [kain batik khas jawa-pen], sehingga secara sekilas akan menyamarkan aktivitas di balik kain yang di kenakan. “Sini kainnya,” ujarnya mengagetkanku, yang dengan tanpa persetujuanku, merebut gumpalan kain yang masih dalam genggamanku.




















