Membaca halaman itu. Kelihatannya bagus. Bokep Mom Sehingga waktunya cukup banyak untuk membaca. Ternyata dia pernah bersekolah sampai tamat SMP. Kak Tina menatapku. Jadi siapa? Kak Tina merapikan bajunya. Muka dan kepalaku memanas. Aku yang masih bocah terus membacanya. Mukanya yang sedikit hitam bertambah gelap. Nafsunya kurasa. “Mulai sekarang, hati-hati bergaul” Katanya. Erangannya berubah menjadi jerit tertahan. Kuingat cerita Nick Carter yang kubaca beberapa waktu yang lalu. “Atau..”, Kak Tina memandangku, lalu tersenyum lebar, “Kamu mimpi basah ya, Sapto?”. Entah ide dari mana, pelan-pelan tanganku menyentuh dadanya. Dia tetap tenang. “Mimpi apa kamu, Sapto?”. Malam-malam, kalau Kak Tina tidur, aku menjelajahi tubuhnya.




















