Dia membetulkan celananya kembali. Aku tak akan lupa dirinya.————–
Esok harinya aku smsi Ilyas, namun dia tak merespon. Vidio Sex “Tunggu Mas…” aku memanggilnya pelan. Kami berjualan tidak dalam kios di sebuah pasar, biasanya saat weekend kami menuju tempat keramaian dengan mobil van berisi kain dan menggelar lapak disana.Biasanya juga kami berjualan di pasar malam, itu sebabnya kami berdua jarang pulang karena berjualan di pasar malam kadang jauh dari rumah. Memekku dihentak dengan tempo cepat terasa sangat sesak dijejali batang kontol sopir truk. Aku diam sejenak pasang tarif “Dua ratus aja bang, err sekali ini”Suamiku keluar memberi tahu si supir, “Dua ratus ribu”
Orang itu mengeluarkan dua lembar merah dari dompet menyerahkan pada suamiku.




















