Hanya suara kebetan majalah yang kubuka cepat yang terdengar selebihnya musik lembut yang mengalun dari speaker yang ditanam di langit-langit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletak-pletok-pletok. Ah. Bokep Indo Lalu pijitan turun ke bawah. Aku tidak tahan. Sudahlah. Aku pertegas bahwa aku mengendus kuat-kuat aroma itu. Astaga. Kalau kini aku berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yang membasahi leher, pasti karena aku terlalu terbuai lamunan. Toh masih ada hari esok.Aku bergegas naik angkot yang melintas. Lho, salon kan tempat umum. Ia membersihkan punggungku dengan handuk hangat. Tapi eh.., seorang penumpang pakai kaos oblong, mati aku. Atau kesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupi wajah? Aku meringis menahan sensasasi yang waow..!




















