Sementara itu si Jendral masih melongok keluar boxer shorts dan risluiting saya, sekalian dikeringkan oleh tangan Kiko yang cekatan. Sex Bokep Si Jendral jelas siaga perang. Setelah membayar 5000 yen tiket (all you can drink) kira-kira 400 ribu rupiah, kami memasuki hall seluas lapangan voli yang penuh orang joged berjajar rapi (khas Nippon). Dia tengah dikelilingi 3 CBL (cowok bertampang loser) yang berjoged. Saya tersenyum saja sambil mengatakan kalau saya orang RI. Terpaksa, saya hanya sekedar melirik dan melempar senyum kuda. Sampailah kami pada sebuah tangga ke bawah tanah yang dari luar terlihat seperti basement apartemen biasa, eh.. Wah, semoga belum pergi.




















