Aku bangkit, turun dari ranjang. Bokeb ta.. Bu Rum melenguh dan mendesah. Sesekali ia remasi sendiri susunya sambil mengerang-erang. Ini rupanya yang disebut itil, pikirku. Karena acaranya berbarengan dengan halal bi halal setelah lebaran, pengajian yang diadakan di rumahku terbilang besar. Hanya aku tetap tidak bisa membuang kegelisahan yang kurasakan. Dalam kehangatan dekapannya, wajahku tepat berada di busungan buah dadanya yang terbungkus BH hitam. Hanya aku tetap tidak dapat menikmati pemandangan yang mengundang itu karena suasana tegang yang terjadi. Dalam kehangatan dekapannya, wajahku tepat berada di busungan buah dadanya yang terbungkus BH hitam. Mau ditaruh dimana muka ibu?” Kata Bu Rum lagi. Tidak seperti ukuran memeknya yang besar, tebal dan tembem, itil Bu Rum relatif




















