Tapi aku sudah tidak peduli. Bokep Montok Praktis acara pada saat itu hanya jalan-jalan ke Mall dan makan di ‘food court’.Di tengah rasa bete itu aku coba menghibur diri dengan mencuri-curi pandang pada Mbak Viona, baik pada saat makan ataupun jalan. Kukulum, kumainkan dengan lidah dan kadang kugigit kecil. Tapi aku gagal, meski beberapa lama mencoba. Belum sempat aku keluar dari pintu ruangan rapat, suara nyaring cewek memanggilku.“Didik .. Kemudian Mbak Viona berjalan mundur masuk kamar mandi sementara rudalku ditariknya. “Dik, jangan pulang dulu. Akhirnya aku mengerti, rupanya Mbak Viona tahu kalau aku diam-diam sering memperhatikan dia.“Yah .. “ Mbak Viona menjawab sambil tersenyum.




















