Kugelengkan kepala. Bokeb Aku memang pantas mendapatkannya,” kata Vita, mengejutkanku, tapi kurasa Erina sudah mengira akan hal ini.“Nah kakakku yang jalang, kakak suka dengan kekerasan ya,” kata Erina dengan yakin sambil memilin putting kakaknya dengan kasar.Vita berteriak antara sakit dan nikmat. Aku piker dia akan pingsan saat teriakan nikmatnya terdengar keras sekali.“Erina, aku hamper keluar!” teriakku. Kami saling menatap satu sama lain dalam beberapa saat dan kemudia aku mengangguk. Aku hanya tersenyum lebar.Kami habiskan beberapa jam berikutnya dengan saling memuaskan dan memanjakan satu sama lain. Birahiku benar-benar terbakar oleh perubahan isteriku ini. “Akan tiba waktunya bagi Bob dan aku untuk membicarakannya, tapi itu persoalan lain lagi.





