Aku hanya diam saja sambil menunduk malu. Ketika aku bangun, aku baru merasakan panasnya anusku dan sakitnya memekku. Bokep Colmek Rei memang sering nge-seks denganku, tapi kita tidak pacaran. “Siapa aja sih?” kejarku. Ketika kulihat nama Rei, aku segera menjawab. Mereka yang mendengar itu hanya tertawa dan mulai mengeluarkan kontolnya. Ketika aku membuka bajuku, mereka hanya berkomentar tentang toketku yang besar itu. Ketika aku masih keenakan merasakan jari di anusku, kontol yang ada di mulutku segera menyemprotkan air maninya dan langsung kutelan. Aku tidak tau apa yang mereka mainkan tapi mereka menyuruhku duduk dan ikut main. Aku hanya memejamkan mata ketika aku merasakan kontol lain menerobos dinding vaginaku. Ntar yang lain kan iri” katanya mengejek.




















