PART I“Anak jalanan kumbang metropolitan
Selalu ramai dalam kesepian
Anak jalanan korban kemunafikan
Selalu kesepian di keramaian. “Oh ya Mbok, Bunda ada?” tanyaku sambil berjalan masuk ke dalam rumah.“Ada di ruang tengah, Mbak. Bokep Colmek Tunggu…!!” teriak seseorang sambil setengah berlari ke arahku.“Oeee…” jawabku seadanya.“Kamu mau kemana?” tanyanya.“Ke kantin, mau ngopi.” jawabku santai.“Dodol anak ini, kan hari ini kita ada kelas Pengantar Akuntansi 2.” ujarnya mengingatkan.“Kepalaku pusing, Nit, tadi di rumah aku belum sempet ngopi.”“Gak bisa! Utuk-utuk anak cantik, mana senyumnya entar hilang loh cantiknya kalau nangis terus.” hiburku.“Minta maaf dulu.” rajuknya.“Iya maaf.”“Janji dulu gak akan marah-marah lagi.”“Iya janji.”“Mana jari kelingkingnya.” pintanya.Aku menurutinya dan mengaitkan jari kelingkingku dengan jari kelingkingnya.“Bram, aku laper.”“Iya, makan yok.




















