Selain itu, anak itu mulai berani meminjam pakaian dalamku untuk dipakai dan dimainkan. Aku belum pernah mencoba dengan anak yang belum dewasa. Bokep Tepat di depan lemari pakaian aku melepaskan blusku dan menjatuhkannya ke lantai pula. Kini seluruh tubuhku bebas dinikmati oleh anak itu. Anak itu tersenyum juga. “Tante betul-betuk cantik”, hanya itu komentarnya. Setelah itu, handuk yang kupakai kuhamparkan di sandaran kursi yang ada di kamarku. Matanya tak henti-hentinya melalap semua bagian tubuhku. Rapat di kantor yang berkepanjangan dan bertele-tele membuat aku cape setengah mati. Aku hanya berharap suatu saat dia akan memintaku untuk melayani nafsunya. Saat pulang, barulah dia memakai kembali pakaiannya.




















