“Sama-sama, udah dikunci semua kelasnya, Dian?”. Bokeb “Bapak mencari ini ya…”, tiba-tiba terdengar suaranya sayu sambil menunjukkan kantong kecil putih di tangannya. Aku rasanya ingin pipis. Buk!, tanganku tanpa sengaja menyenggol payudaranya, wah besar sekali. “Baik Pak”. “Aduh, lelah sekali rasanya hari ini”, keluhnya pelan. Buah dadanya sangat besar. Ia mulai bekerja di tempat kursus bahasa Inggrisku kira-kira sebulan yang lalu. Beberapa menit kemudian, aku berpapasan dengan Dian di lorong antara WC dan ruang kursus, hingga tanpa sengaja aku bertubrukan dengannya. “Tentu boleh dong, nggak bawa payung ya, Dian?”.“Biasanya sih bawa, cuma tadi pagi terburu-buru, jadi ketinggalan, Pak”.




















