Ataujanganjangan ia tidak masuk ke salon ini, hanya purapura masuk. Eh..,kesempatan, kesempatan, kesempatan. Bokep Family Untung ada tissue yang tercecer, sehinggaada alasan buat Wien.Ia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabargembira dari wanita yang menunggu telepon. Ya tidak apaapa,hitunghitung olahraga. Bodoh amat. Aku berhasil. Tapi belum tersentuh kepala juniorku.Sekali. Apa yang akuharus bilang, lho tadi kedipkedipin mata, maksudnyaapa? Baru saja aku memasang ikatpinggang, Wien menghampiriku sambil berkata,Telepon aku ya..!Ia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yangdisobek sekenanya. Ia tidak melanjutkan kalimatnya.Aku tersenyum. Junior berdenyutdenyut. Kalau potong rambutya masuk ke tukang pangkas di pasar. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatkusekilas. Nampak ada perubahan besar pada Wien.




















