Tentu saja aku kecewa, kukira Aa adalah orang yang suka menepati kata-kata, tapi toh apa kenyataannya, pelan-pelan kecurigaan muncul di benakku, mungkinkah semua ini cuma sekedar permainan orang iseng, atau photo yang diberikan Aa padaku bukanlah Aa yang sebenarnya. Dengan bermodalkan photo yang dia berikan padaku, aku melihat satu persatu tamu yang memasuki hotel, namun sampai jam delapan malam, Aa tidak datang. Bokep Montok Tentu saja aku gelapan saat pertama mendapatkan serangan mendadak itu, namun pelan-pelan kunikati ciuman Aa. Jangankan batang hidungnya, telepon saja tidak kuterima. Rasanya beribu-ribu silet menyayat dinding vaginaku. Aku memanggilnya Aa karena dia jauh lebih tua umurnya dibanding aku dan karena dia adalah orang Bandung.Oh ya, perkenalanku dengan Aa dimulai dari seringnya




















