Kupindahkan bibirku ke bibirnya. Anne mengangguk lemah dan tersenyum. Bokeb Kelentitnya kuhisap seperti menghisap permen karet. Seperti minta persetujuannya, perlahan aku angkat sweater dan tshirtnya. Anne.. Santai aja An, setiap orang punya masalah dan banyak cara menghadapinya kataku seolah psikolog kawakan. Sekarang kedua bukit kembarnya terbuka. Aku antar dia sampai pintu kamarnya dan janjian ngobrol lagi sambil makan malam. Anne.. Perlahan kuturunkan CD-nya. tapi itu kan gak menyelesaikan? Kujulurkan lidahku di sekitar pahanya sebelum mencapai klitorisnya. Kupindahkan bibirku ke bibirnya. Iya nih, buru buru.. Lidahku terus merojok sampai ke dalam dalamnya.




















