katanya melenguh.Kujilati toketnya, ia melenguh. Bokep Arab Jam berapa harus sampai di Ciledug, jam berapa harus naik angkot yg penuh gelora itu. Nafasnya tercium hidungku. Aq kira aq sudah terlambat untuk bisa satu angkot dengannya. Tdk pasang wajah perangnya.Kayak kemarinlah.., ujarnya sambil mengangkat tabloid menutupi wajahnya.Begitu kebetulankah ini? Angin menerobos dari jendela. Hanya suara kebetan majalah yg kubuka cepat yg terdengar selebihnya musik lembut yg mengalun dari speaker yg ditanam di langitlangit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletakpletokpletok. Mungkin sapu tangan ini saja suatu kealpaan. Aq membayangkan dapat menjepitnya di sini.




















