“Say.. Bokep Mom Ssshh..!!” suara terakhir Ibu Lilis melepaskan cengkeraman tangannya di bahuku. Barangkali ada yang istimewa disana..?” kataku sedikit bohong karena restoran yang aku sebutkan diatas adalah restoran dengan hotel yang biasa aku pakai untuk kencan dengan mantan pacarku dulu.Selagi makan siang, aku kasih kode kepada waiters untuk memesan kamar. “Say.. Apa khabar..?” tanyaku kepada Ibu Lilis dengan perasaan kaget dan khawatir.Kaget karena Ibu ini tidak menelpon aku terlebih dahulu kalau dia mau ke kantor, dan khawatir kalau mobil yang aku kirim hari Sabtu bermasalah.“Baik..!” jawab Ibu Lilis singkat. Seperti.. setelah saya pikir-pikir kemarin mengenai pemasangan dan pembelian acesoris, saya memutuskan untuk mengikuti saran dari Bapak Dimas.




















