Meski mulai terangsang aku cepat-cepat ke tempat buang air kecil yang seperti tempat mengambil air wudhu di masjid. “Maksud Abang apa?”
“Yah, pesta seks. Film Porno “Ngapain?” tanya penjaga itu lagi. Tanpa sungkan Arip tetap menghajar lubangku sementara temannya datang mendekat, bahkan dia sekarang sudah duduk di samping kami.“Baru pulang, capek gue” katanya sambil menatapku lalu menatap kontol Arip yang keluar masuk lubangku. Jadi siapapun yang buang air kecil akan bisa melihat dengan jelas kontol orang lain.Saat aku mulai kencing ada seorang bapak yang masuk kencing juga, saat akan mengambil kontolnya ia sempat melirik kontolku, tapi aku cuek aja karena aku memang sangat kebelet.




















