Hidungnya tidak mancung tetapi juga tidak pesek. Hanya suara kebetan majalah yang kubuka cepat yang terdengar selebihnya musik lembut yang mengalun dari speaker yang ditanam di langit-langit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletak-pletok-pletok. Bokep Mom Sudahlah. Wanita muda itu mengikuti di belakang. Agar kejadian kemarin terulang.Jam berapa aku berangkat. Masih menutupi diri dengan tabloid. Kadang-kadang ketimun. Bau tubuh wanita setengah baya yang yang meleleh oleh keringat. Lihatlah ia tadi begitu teliti membenahi semua perlatannya.Apalagi yang dapat tertinggal? Apa yang aku harus bilang, lho tadi kedip-kedipin mata, maksudnya apa? Ah masa bodo. Lagi pula percuma, tadi saja di angkot aku kalah lawan kancing. Sudahlah. Ia tersenyum.










