“Mau ke mana, Bu ?” Aku selalu memanggilnya dengan panggilan Bu Aisya, selain sebagai rasa hormat, juga untuk menyingkirkan perbedaan umur yang cukup jauh di antara kami berdua. Bokep Aku pun kaget dibuatnya, menurut guruku, ajian pemikat yang kupakai ini akan hilang khasiatnya bila azan berkumandang. Aisya adalah salah satu wanita terunik yang pernah kurasakan. Bedanya kami tidak berada di ranjang yang empuk, tapi sedang bersandar di kebun belakang Ruang Guru tempat kami bekerja. TAMAT Ia pun mulai meraung mencari kenikmatan sejatinya. “Bu Aisya …”Ujarku sambil mencegat dan menatap mata Aisya. Ditambah dengan kacamata minus yang bergantung di depan mata indahnya, hmm … kecantikannya betul-betul menakjubkan.




















