Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. “Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Bokep India Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan ‘iffah (***) sepertimu? Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.“Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala.




















